Tidak lama setelah diumumkan struktur Kepengurusan DEKOPIN yang baru untuk lima tahun ke depan pada 2 minggu yang lalu, DEKOPIN hari ini (28/1) mengirimkan delegasi yang langsung dipimpin oleh Ketua Umumnya, Nurdin Halid ke negeri Gingseng Korea. Korea dikenal memiliki tradisi pertanian yang kuat karena mayoritas petani atau lebih dari 2,4 juta petani berhimpun dalam 1.165 Koperasi Pertanian yang menyatu dalam Federasi Koperasi Pertanian Korea (NACF).

NACF (National Agriculture Cooperative Federation) mungkin hanya dikenal di kalangan orang koperasi saja tapi siapa sangka raksasa koperasi pertanian Korea ini merupakan pemilik Bank Nong Hyup (NH Bank), Bank Terbesar di Korea dan Produk-produk pertanian berkualitas dunia seperti Hansamin, Red Ginseng, Nonghyup Insam, Nangwoo Bio.

Mencatatkan total perputaran bisnisnya yang mencapai 38,8 millyar USD setara 450 trilyun rupiah lebih, sehingga menempatkan NACF sebagai 10 Koperasi terbesar dunia. Tak heran volume sebesar itu dibukukan karena NACF saat ini memiliki 35 anak perusahaan yang bergerak diberbagai bidang mulai dari perbankan, produksi pertanian dan sarana pertanian termasuk pupuk.

Delegasi DEKOPIN yang datang dengan jumlah banyak terdiri dari Ketua Umum dengan 21 Dekopinwil dan 4 Wakil Ketua Umum. Kunjungan ini dilakukan untuk study banding sekaligus menjajaki kerjasama konkret antara Koperasi Pertanian Korea dengan Koperasi di Indonesia.

Diterima oleh Wakil President NACF Group, Heo Sik di kantor pusatnya di Seoul, Nurdin Halid didampingi sejumlah Pengurus DEKOPIN langsung melakukan pembicaraan serius tentang peluang kerjasama koperasi Indonesia dan Korea.

Indonesia bagi NACF sendiri merupakan partner yang potensial. Sejak tahun 1996 NACF telah berusaha menjalin business dengan mitra dari Indonesia. Saat ini ada dua perusahaan NACF di Indonesia yang bergerak di bidang perdagangan dan satunya investasi keuangan dan sekuritas. Perusahaan ini mencari dan memproduksi komoditas yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan pasar anggotanya di Korea. Tapioka dan limbah kelapa sawit contohnya.

“Sewaktu Presiden NACF berkunjung ke DEKOPIN tiga tahun yang lalu, beliau terkesan dengan potensi besar koperasi di Indonesia. Meskipun NACF akan memiliki Presiden baru akhir January ini, saya yakin kerjasama dengan DEKOPIN di Indonesia tetap bisa dilanjutkan. Apalagi kita sesama anggota dari ICA (International Cooperative Alliance), tentu harus mewujudkan Kerjasama antar Koperasi”. Papar Heo Sik, Vice President NACF.

Beberapa tahun yang lalu Nonghyup Bank milik NACF juga disebut oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebagai Bank dari Korea yang sedang serius menjajaki untuk membeli Bank di Indonesia guna membangun Bank Pertanian. DEKOPIN menyambut baik keinginan Nonghyup Bank ini. “Tentu hadirnya Bank Pertanian di Indonesia akan sangat membantu petani-petani di Indonesia karena mendapatkan akses pembiayaan yang lebih murah.” Kata Nurdin Halid antusias kepada Gwang Soo Kim, CEO Nonghyup Financial Group inc.

“DEKOPIN akan fokus dan serius melakukan pembicaraan lebih lanjut serta segera melakukan MoU dengan NACF dalam waktu dekat.” Pungkas Nurdin Halid optimis mengingat sebagian besar anggota delegasi yang hadir merupakan Ketua Dekopinwil yang memiliki basis pertanian di daerah masing-masing.