Awesome Image

kegiatan Konsolidasi Dekopinda Kabupaten / Kota se Jawa Tengah di Kantor Dekopin Jateng,

Dekopinwil

Dekopin Bentuk Tim Khusus untuk Pemulihan Koperasi Indonesia

SEMARANG – Guna membangkitkan eksistensi koperasi ditengah masa pandemi, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menetapkan tim khusus untuk pemulihan koperasi diantaranya tim pemulihan koperasi primer, koperasi sekunder, serta koperasi simpan pinjam dan kredit.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, Nurdin Halid disela-sela kegiatan Konsolidasi Dekopinda Kabupaten / Kota se Jawa Tengah di Kantor Dekopin Jateng, Selasa, (11/8/2020).

“Hal ini kami lakukan sebagai salah satu langkah untuk pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Nurdin kepada Tribun Jateng.

 Selain itu, Nurdin juga mengatakan Dekopin kini tengah melakukan transformasi ekonomi yakni berupa digitalisasi koperasi yang terkait dengan digitalisasi manajemen, keanggotaan, sistem keuangan, serta pengawasan.

Sementara itu, berdasarkan data yang ada, Nurdin mengatakan saat ini Indonesia memiliki 250 ribu koperasi, sementara yang aktif berkisar 156 ribu.

“Dari data yang ada tersebut, dapat saya katakana sekira 90 persen koperasi yang ada, terdampak akibat pandemi covid-19 ini,” ujar Nurdin.

Lanjutnya, melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), pemerintah telah memberikan bantuan kepada koperasi dengan menggelontorkan dana sekira Rp 4 triliun.

Ia mengatakan bantuan tersebut saat ini sudah didistribusikan kepada 10 persen koperasi di Indonesia. Adapun Nurdin memiliki target hingga bulan Desember nanti target penyaluran bantuan tersebut dapat mencapai 60 hingga 70 persen koperasi.

“Meskipun kondisi sedang seperti ini, namun kami sangat berbangga dan bersyukur karena pemerintah banyak memberikan stimulus maupun bantuan kepada koperasi maupun pengusaha kecil dan meeangah,” terang Nurdin.

Nurdin pun berharap kedepan ditengah kondisi pandemi, pemerintah dapat terus mendukung koperasi serta usaha kecil dan menengah. Terlebih mengingat koperasi merupakan pilar penggerak ekonomi Indonesia.

“Berkaca dari krisis ekonomi pada tahun 1998 lalu, koperasi merupakan penggerak ekonomi yang masih bertahan sampai sekarang. Harapannya ditengah pandemi ini, koperasi juga tetap dapat menjadi wadah untuk menggerakan ekonomi Indonesia,” tandas Nurdin. (*)

Share: