Awesome Image

Sularso tokoh koperasi

Dekopin Pusat

SULARSO, 'AYAH' KOPERASI YANG PEDULI & TULUS

Dekopin Jakarta.Dalam suatu kesempatan saat rapat Dekopin di tahun 2014, saya bertemu dan berkenalan pertama kali dengan Pak Larso. Setelah tahu saya berasal dari Flores, NTT, sebuah pertanyaan yang tajam-kritis- menantang terlontar dari mulut beliau: "Sep, mengapa kamu tidak pulang bangun NTT?"
Saya jawab : "Pendidikan saya sulit dapat kerja di NTT, Pak."
Beliau bilang lagi : "Mengapa orang Jawa yang harus ke sana dan bangun daerahmu? Saya juga sudah lama kirim orang2 binaan saya urus koperasi di NTT."

Dengan mimik agak serius dengan sorotan mata 'kebapaan', beliau melanjutkan kalimatnya: "Saya berharap suatu saat kau pulang bangun daerahmu. Kembangkan pemikiranmu utk kemajuan mayarakat NTT lewat koperasi."

Saya tidak tau persis apa yang ada di benak Pak Larso saat dialog pendek itu. Benar2 serius menginginkan saya pulang bangun kampung, ataukah beliau bercanda.

Teka-teki 'apa maksud Pak Larso' itu ternyata berkepanjangan. Terkadang, membuat saya kurang nyaman. Bayangkan saja, hampir setiap kali bertemu saya, pertanyaan beliau begini: "Sep, kapan kau pulang ke NTT?" Meski dengan ekspresi senyum, saya sering mati akal kalau ketemu beliau. Mati langkah juga.😀 Namun, setiap ada pertemuan Dekopin, saya selalu mencari dan berusaha menghampiri beliau. Saya seperti merasa bersalah kalau tidak datang menyapanya. Konyolnya lagi, saya merasa bahwa mata beliau seperti 'menyoroti' saya. Beliau ibarat magnet yang menarik saya kepadanya.

Sekitar 5 tahun kemudian, pada 14 Oktober 2019, saya dan beberapa teman mendirikan Koperasi Pariwisata RI (KoparRi). Tanpa direkayasa, cabang pertama yang kami kukuhkan justru Cabang Komodo - Labuan Bajo yang mencakup wilayah NTT. Disusul Cabang Lampung yang dimotori Ibu Armi, Ketua Dekopinwil Lampung.

Sore tadi, saya membaca berita: Pak Larso telah menghadap Sang Pencipta. Saya tertegun sejenak. Potongan-potongan lembaran memori saya setiap bertemu beliau sontak terbuka... Saya sedih mengingat semua itu. Juga menyesal karena tidak pernah bertemu beliau lagi sejak beliau sakit.
Di pengujung ketermenungan itu, tiba - tiba saya terhentak sekaligus lega: 'Wah, beliau pergi selamanya justru setelah KoparRi Cabang Komodo - NTT mulai eksis di Labuan Bajo."

Walau saya lakukan di bawah sadar, saya percaya KoparRi Cabang Komodo - NTT adalah buah dari sentilan Pak Larso yang berulang-ulang. Sentilan seorang AYAH yang peduli dan tulus adalah sebuah DOA.

Terima kasih Pak Larso. Selamat Jalan 'Pahlawan' Koperasi Indonesia. Surga adalah tempat yang layak bagimu. Amin

Doakan kami selalu.. Doakan Dekopin.. Doakan Koperasi Indonesia..

Share: