Awesome Image

Pengarajin Koperasi

Dekopin Pusat

Tantangan Koperasi Dukung Bisnis UMKM di Tengah New Normal Covid-19 EKONOMI

Dekopin.id -Wabah Covid-19 tidak membuat Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) mati gaya. Wadah tunggal gerakan Koperasi Indonesia itu berencana menggelar peringatan Hari Koperasi ke-73 pada 12 Juli 2020 secara virtual dan disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi nasional.

“Di tengah pandemik Covid-19 gerakan Koperasi harus tetap bergerak kreatif dan produktif. Salah satunya, lewat peringatan Hari Koperasi tahun 2020 yang jatuh pada 12 Juli,” ujar Nurdin Halid saat Halal Bi Halal Dekopin yang dilakukan secara virtual dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Nurdin menegaskan, Dekopin berkewajiban untuk mengawal sejarah, nilai, prinsip, fungsi, dan cita-cita Koperasi dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dikatakan, pandemi Covid-19 tidak boleh menghilangkan sejarah yaitu peringatan Hari Koperasi (Harkop).

“Dekopin pusat berharap peringatan Harkop 2020 akan memberikan energi positif baru bagi Gerakan Koperasi di masa new normal Covid-19. Gerakan Koperasi harus menjadi mesin penggerak UMKM, petani, peternak, petambak, pengrajin, pedagang kecil, dan nelayan di daerah-daerah untuk bangkit dan terus bergerak maju,” kata Nurdin Halid.

Ini juga momentum bagus bagi gerakan Koperasi untuk memanfaatkan dampak positif revolusi industri 4.0. “Covid-19 juga momentum untuk mengubah cara kerja koperasi yang lebih efisien.

Lebih jauh Nurdin Halid menjelaskan bahwa peringatan Hari Kopersi secara virtual pada tahun 2020 akan menghadirkan Presiden Joko Widodo dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Dari Gerakan Koperasi akan hadir Induk-Induk Kperasi, Dekopinwil, Dekopinda, pengurus Koperasi-koperasi dan kalangan praktisi Koperasi.

Kehadiran Presiden dan Menteri Koperasi di acara virtual Hari Koperasi 2020 sangat penting dan strategis bagi Gerakan Koperasi maupun pemulihan ekonomi nasional di tengah kegamangan dan ketidakpastian akibat wabah Covid-19 yang berkepanjangan.

Karena, menurut Nurdin Halid, krisis multidimensi tahun 1998 dan krisis akibat Covid-19 di tahun 2020 berbeda. Krisis tahun 1998 menimpa para konglomerat dan pelaku bisnis level atas, sedangkan krisis 2020 menghantam UMKM dan Koperasi di level bawah sebagai jantung dan sendi perekonomian nasional.

Di akhir tahun 2019 lalu, sekitar 64 juta UMKM dan 25 juta anggota Koperasi memberikan kontribusi sebesar 66,2% terhadap PDB atau sekitar Rp 2.400 triliun. Karena itu, Nurdin Halid memastikan bahwa gerakan Koperasi sangat mengharapkan kehadiran Presiden Joko Widodo dan Menteri Koperasi untuk mendengarkan kebijakan dan arahan pemulihan ekonomi rakyat di tengah situasi dan kondisi keterpurukan negara bangsa akibat badai wabah Virus Corona.

Dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk menanggulangi dampak Covid-19 yang diumumkan Pemerintah Rabu (3/6/2020), dari total anggaran Rp 677 triliun, dukungan kepada UMKM sebesar Rp 123,46 triliun untuk subsidi bunga, penempatan dana untuk restrukturisasi, dan mendukung modal untuk UMKM yang pinjamannya di bawah Rp 10 miliar. Dukungan kepada dunia usaha berbentuk insentif pajak sebesar Rp 120,61 triliun serta dukungan bidang pembiayaan dan korporasi sebesar Rp 44,57 triliun.

Nurdin Halid berkeyakinan, Koperasi sebagai organisasi ekonomi rakyat berperan strategis untuk mempromosikan ekonomi anggota UMKM di seluruh Indonesia. Selama ini, sekitar 126.000 koperasi di Indonesia banyak menopang usaha anggota yang mayoritas adalah UMKM yang lemah

Karena itu, Nurdin Halid berharap, kehadiran para gubernur, bupati, walikota hingga kepada dinas dalam acara Harkopnas ‘virtual’ 2020 menjadi sangat penting karena political action memajukan koperasi di Indonesia justru berada di pundak kepala daerah. Berbagai program Pemerintah untuk rakyat di tingkat akar rumput akan jauh lebih efektif dan berkelanjutan jika mengoptimalkan peran organisasi Koperasi. Artinya, cita-cita Presiden mendesain ulang struktur ekonomi nasional tak akan pernah terwujut jika pemerintah daerah di garis terdepan tidak mengoptimalkan fungsi dan peran strategis koperasi.

Nurdin Halid juga mengatakan bahwa tatanan baru atau new normal di masa Covid-19 menjadi momentum bagi Dekopin untuk merevisi strategi Visi 2045 Koperasi Pilar Negara yang dideklarasikan sejak tahun 2015.

“Petani, peternak, pekebun, petambak, nelayan, pengrajin, dan pedagang kecil adalah komunitas UMKM yang harus dihimpun dan diberdayakan lewat organisasi rakyat bernama Koperasi. Sudah banyak Koperasi di Indonesia yang sukses menjalankan misi tersebut, namun masih butuh lebih banyak lagi Koperasi yang sehat dan maju untuk menaikkan kelas UMKM seperti yang diharapkan oleh Pak Teten. Di masa Orde Baru, koperasi menjadi ujung tombak keberhasilan swasembada pangan. Di banyak negara maju, Koperasi justru menjadi penopang kemajuan ekonomi masyarakatnya,” pungkas Nurdin Halid.

Share: